Tentang Y20

Tentang Y20

Youth 20 adalah wadah bagi pemimpin muda masa depan dari seluruh negara anggota G20 untuk berdiskusi, berargumen, dan bertukar ide, hingga mencapai kesepatakan bersama terkait agenda Presidensi G20. Hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Y20 adalah terciptanya Y20 Communiqué. Sejak dilaksanakannya konferensi Y20 yang pertama tahun 2010. Selanjutnya, tuan rumah penyelenggara berganti setiap tahunnya berdasarkan lokasi Presidensi G20 berlangsung. Dengan mengusung tema Dari Pemulihan ke Resiliensi: Membangun Kembali Agenda Pemuda Pasca COVID-19, KTT Y20 tahun ini diselenggarakan di Kota Jakarta dan Bandung (Indonesia) pada bulan Juli 2022.

Michael Victor
Sianipar

Rahayu Saraswati D.
Djojohadikusumo

id_IDIndonesian

Michael Victor Sianipar

Michael Victor Sianipar adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Provinsi DKI Jakarta dan Direktur Pengembangan Anggota Legislatif Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia. 

Selain itu, Michael aktif sebagai Direktur Politik Patra Government Relations, sebuah konsultan politik yang berbasis di Jakarta. Michael telah terlibat dalam politik dan pemerintahan selama sembilan tahun. Sebelumnya, ia pernah menjadi asisten pribadi Gubernur Jakarta 2012/2017 dan Gubernur Nusa Tenggara Barat 2018/2019. Selama beberapa tahun di pemerintahan, ia menangani berbagai portofolio, mulai dari penganggaran, transparansi pemerintahan, pemberantasan korupsi, program pemagangan, kepengurusan daerah, kepegawaian, hingga pengembangan Jakarta Smart City.

Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo

Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo was born on January 27, 1986, in Jakarta, Indonesia. She is a wife and mother of two young sons.

She has been an activist for the fight against human trafficking since 2009 and founded the Parinama Astha Foundation in 2012. Her advocacy led to her decision to run for parliament in 2013 and after running a rigorous and successful campaign, she was elected in 2014 as a Representative for the People’s Representative Council of the Republic of Indonesia.

During her term, she represented the people in the 8th Commission, which was in charge of Social Affairs, Religious Affairs, Women Empowerment and Children Protection, and Disaster Risk and Relief Management. She continued her anti-human trafficking advocacy, and at the end of 2018 initiated the National Network for Anti Human Trafficking (JarNas Anti TPPO).

After finishing her term, she is now helping to develop the family business, Arsari Group, which works to provide climate solutions through agroforestry, reforestation, and sustainable energy. This perfectly correlates with her passion for the environment and its preservation. She is currently the CEO for their Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) company. Aside from that, she will also be developing sustainable tourism and technological innovations.